Cegah Infeksi Kulit

Menyisir rambut berkutu ini memang mesti hatihati dan perlahan. Tujuannya agar kutu dan telurtelurnya bisa terangkat semua. Jika tidak segera ditangani, maka selain bisa membuat anak tidak nyaman, juga bisa membuat penularan ke banyak anak lain. Bila tidak segera diobati, kutu juga dapat menyebabkan infeksi kulit di kepala yang disebut selulitis. Lalu, bagaimana mengatasinya? Berbagai macam insektisida topikal yang dapat dipakai pada rambut seperti pyrethrin, permethrin, lindane, malathion, atau benzyl alcohol.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

Di Indonesia, sampo yang memiliki kandungan permethrin dan lindane bisa didapatkan di apotek. Cara pemakaiannya cukup mudah, namun harus digunakan dengan hati-hati. Berikut langkahlangkahnya: ¦ Bilas rambut anak dan tuangkan secukupnya cairan insektisida topikal tersebut seperti menggunakan sampo. ¦ Bungkus kepala dengan shower-cap atau handuk bersih dan biarkan selama kurang lebih 12 jam. Misalnya, selama anak tidur malam. ¦ Kemudian bilas dengan sampo biasa.

¦ Bila timbul iritasi pada kulit kepala atau tidak ada perbaikan periksakan anak ke dokter. ¦ Penting agar menjadi perhatian, untuk bayi dan anak dengan usia dua tahun kebawah, sebaiknya periksakan ke dokter lebih dulu sebelum memakai sampo pembasmi kutu, walau dijual bebas di apotek. ¦ Beberapa orangtua menggunakan cara seperti lemon, serai, minyak kelapa, cuka, bawang merah, alkohol 70%,. Cara-cara ini memang belum ada bukti secara ilmiah, jadi tidak disarankan karena dikhawatirkan bisa saja terjadi iritasi berkepanjangan.

Jaga Kebersihan

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Begitu kata peribahasa. Lantaran itu, sebelum anak meng alami masalah kutuan, ada upaya yang bisa kita lakukan untuk pencegahan. Berikut di antaranya: ¦ Cek secara rutin kebersihan barang-barang yang mudah menjadi sarana penularan kutu rambut seperti sisir, handuk, helm, topi, seprai.

¦ Hindari menggunakan sisir yang telah dipakai bergantian dengan banyak anak. ¦ Bila membawa si kecil berkendaraan motor, pastikan tidak meminjam atau menggunakan helm yang sudah bersentuhan dengan banyak kepala untuk dipakaikan pada anak. ¦ Ajari anak untuk menjaga kebersihan dan tidak berbagi barang-barang yang sudah bersentuhan dekat dengan kepala dan telinga orang lain, misalnya topi dan sisir.

This entry was posted in Parenting. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *