Baja Lancung Masuk Konstruksi bag12

Pemicunya surat elektronik dari Asosiasi Industri Baja Filipina soal antisipasi Indonesia terhadap teknologi induction furnace. Menurut Hidajat, Filipina berencana meniru Indonesia. ”Saya jadi ingat ada aturan yang pending, maka saya bersurat minta tolong agar draf itu dibuka karena sudah terlalu lama,” ujarnya. Menurut Hidajat, kebutuhan akan baja bakal terus bertambah. Berdasarkan catatan Kementerian Perindustrian, kebutuhan baja domestik saat ini mencapai 12- 14 juta ton per tahun. Namun kapasitas produksi industri baja nasional hanya 7-9 juta ton per tahun. ”Dengan situasi seperti itu, aturan harus ada. Maka kita tidak lagi jadi tempat pembuangan teknologi yang sudah tidak terpakai,” tuturnya.

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *