Pilihan Posisi Bersalin

Sebagai panduan dalam memutuskan posisi melahirkan kelak, berikut beberapa pilihan posisi dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing: BERBARING/TELENTANG/LITOTOMI. CARA: Mamil berbaring telentang dengan kaki terbuka lebar, kadang ada pula yang menggantung kedua pahanya pada penopang kaki khusus untuk bersalin.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

KEUNTUNGAN: U Paling memudahkan bagi penolong kelahiran, baik dalam memantau pembukaan jalan lahir, memegang/mengarahkan kepala bayi, dan bila diperlukan tindakan episiotomi, dokter lebih leluasa melakukannya. U Semua perangkat untuk membantu/memantau persalinan juga dapat dengan mudah dipasangkan. U Bila mulai kelelahan atau saat sedang menunggu kontraksi datang lagi dan mulai mengejan, Mama bisa beristirahat merebahkan kepala serta tubuh bagian atas dengan mudah.

KELEMAHAN: U Posisi ini melawan gravitasi sehingga bayi tidak dapat keluar dengan mudah. U Pembuluh darah besar yang memasok oksigen ke darah Mama dan bayi akan tertekan oleh massa bayi, suplai oksigen pada janin melalui plasenta pun jadi kurang lancar. U Mamil jadi lebih sulit mengejan karena gaya berat tubuh Mama sejajar dengan posisi bayi.

MIRING KE SALAH SATU SISI TUBUH/LATERAL. CARA: Mama berbaring miring ke kiri/kanan dengan salah satu kaki diangkat ke arah perut dan tangan di sisi yang sama diletakkan pada lipatan antara lutut dan paha untuk mendekati dinding perut, sedangkan satu kaki lainnya dalam keadaan lurus. Posisi ini biasanya akan dilakukan jika posisi kepala bayi belum tepat. Posisi ini juga bisa digunakan bila persalinan berlangsung lama dan Mama sudah kelelahan dengan posisi lainnya.

KEUNTUNGAN: U Dapat mempercepat proses persalinan, karena bisa membuat kepala bayi lebih cepat turun. U Tidak mengganggu peredaran darah Mama dan pengiriman oksigen ke janin. U Meringankan mama dalam proses mengejan. U mama mudah beristirahat antara kontraksi satu dengan berikutnya.

KELEMAHAN: U Penolong persalinan sulit mengontrol denyut Mantung Manin serta proses keluarnya kepala bayi dari dasar panggul. U Kepala bayi lebih sulit dipegang atau diarahkan dokter/bidan. U Melawan gravitasi. U Menyulitkan episiotomi bila diperlukan tindakan pengguntingan antara jalan lahir dan anus.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

This entry was posted in Parenting. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *