Langkah Membentuk Identitas Gender Bag3

Mungkin, karena usianya, ia belum bisa bercerita dengan jelas tentang segala keinginannya. Justru di sini dituntut kesabaran orangtua. • Setelah anak mau terbuka, mulailah mengarahkannya. Ingat, mengarahkan tidak sama dengan mengatur.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Perkenalkan anak pada dunia yang lebih luas, tunjukkan bahwa ada banyak sekali pilihan yang bisa dilakukan di dunia ini, “Lebih baik abang seperti Papa. Kalau Papa seperti ini,” sambil menunjukkan aktivitas yang memang lazim. Namun jangan berharap segalanya bisa berubah dalam sehari. Perlu proses dan waktu. Kalau memang merasa perlu, libatkan ahli untuk membantu mengatasi masalah.

Pencegahan

Agar anak mengadopsi konsep gender seperti yang kita harapkan, ciptakan lingkungan yang menunjang seperti pola pengasuh an dan komunikasi efektif, sehingga anak dapat bersikap terbuka dan kita dapat mengarahkannya untuk berkembang sesuai gender. Sediakan waktu cukup untuk berinteraksi dengan anak. Tanpa itu, anak akan mencari identitas diri di luar, sehingga membentuk perilaku yang tidak diharapkan. Selain itu, jadilah “cermin” atau model yang baik bagi anak.

Papa Bukan Superhero

Sebagai ibu yang mengandung sang buah hati, Mama pastilah sangat terpukul begitu mengetahui janinnya didiagnosis mengalami kecacatan. Tapi, tak hanya Mama, lo, yang merasakan hal itu. Papa juga merasa sedih, cemas, ditambah lagi perlu memikirkan kondisi finansial untuk mendukung kesehatan serta keselamatan Mama dan janin. Mama sebaiknya tak merasa bebannya yang paling berat, tak menuntut Papa secara berlebihan, karena bagaimanapun Papa bukan superhero.

Terkadang, meski Papa tahu bahwa dia adalah pendukung utama Mama, yang paling bisa diandalkan dalam situasi ini, belum tentu dia berhasil melakukan tugas tersebut. Nah, bila ia tak berhasil melakukan tugas tersebut, Mama harus dapat memahaminya, bahwa di balik sosok Papa yang kuat dan tegar, Papa juga manusia biasa yang memiliki perasaan. Untuk itu, Papa Mama perlu saling bicara, saling memahami. Mungkin Mama Papa akan saling menyalahkan, akan menangis dan marah bersama-sama, tapi yang terpenting hal tersebut tidak berkepanjangan. Segeralah mencari bantuan bila memang sudah tak merasa mampu menghadapinya berdua. Bukalah diri terhadap bantuan orang lain, bisa dari orangtua atau anggota keluarga lainnya, bahkan konselor atau para dokter.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

This entry was posted in Parenting. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *