Belajar Mencari Teman Bag2

Kecemasan mendorong orangtua untuk terlalu mengontrol bahkan terlalu protektif terhadap anak. Apabila pola asuh ini tidak diperbaiki, social withdrawal akan menyebabkan berkembangnya gangguan kecemasan lain pada masa dewasa. NO MORE WARM STATEMENT Titis menyatakan, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu anak bersosialisasi dengan teman sebayanya.

Baca juga : Kerja di Jerman

“Apabila anak menunjukkan tanda-tanda menarik diri secara sosial, perhatikan, apakah perilaku tersebut muncul di setiap kesempatan atau hanya pada kesempatan dan orang tertentu saja? Lalu, bantu anak mengenali dan menghadapi perasaannya. Tunjukkan kita memahami ia dan mau bersamasama mencari solusi demi mengatasi perasaan tersebut. Titis juga menyarankan agar kita tidak mudah melabel anak dengan sebutan “pemalu”. Hal ini kerap terjadisaat kita mengenalkan si kecil kepada orang lain, lalu kita berkata, “Maaf, ya… anak saya memang pemalu.”

Padahal, ada banyak kesan negatif yang tersampaikan dari kata-kata tersebut. “Semakin anak sering mendengar label tersebut, semakin negatif perasaan yang ia miliki tentang dirinya. Hal ini akan membuat anak semakin sulit berubah,” urai Titis. Penelitian membuktikan, pernya taan-pernyataan orangtua yang sifatnya memotivasi anak untuk bersosialisasi terbukti lebih efektif mengurangi social withdrawal dari pada pernyataanpernyataan yang sifatnya menenangkan (warm).

Contoh pernyataan yang memotivasi, “Main bola itu enaknya bareng-bareng, Dek. Ayo, main lempar tangkap dengan temanmu, yuk!” Sementara pernyataan menenangkan bentuknya bisa sangat positif dan memuji-muji anak seperti, “Enggak apa-apa kalau Adek belum mau main sama teman-teman sekarang, Adek tetep anak pinter, kok.” Warm statement identik dengan pola asuh overprotektif. Pengasuhan overprotektif dapat diartikan sebagai pengasuhan yang menghalangi anak berhadapan dengan sumber masalah, baik dengan cara menjauhkan anak dari situasi tersebut atau selalu membantu anak untuk mengelola masalahnya.

“Pengasuhan overprotektif berhubungan positif dengan tingkat kecemasan pada anak,” ujar Titis. MENDORONG ANAK BERTEMAN Oh ya, saat mendorong anak untuk bersosialisasi, cobalah memulai dengan kelompok kecil (1—2 orang) dan dengan teman-teman yang disukainya. “Anak yang sulit berteman akan merasa sukses, bahkan jika ia berhasil menjalin pertemanan dengan hanya satu orang.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

This entry was posted in Parenting. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *