Belajar Dari Tayangan Televisi

Kebanyakan anak zaman sekarang mengenal tokoh-tokoh kartun yang ia saksikan lewat saluran teve berbayar. Bia sanya, sekalipun serial kartun anak tersebut sudah dialihsuara ke bahasa Indonesia, ada beberapa bagian yang tetap berbahasa Inggris. Maka, sudah seharusnya kita bisa mendampingi anak selalu saat menonton teve, apa pun acaranya.

Baca juga : ausbildung jerman

Anak menyerap sangat cepat apa yang ia lihat dan dengar dari teve, termasuk frase kata yang sering diucapkan tokoh kartun dalam bahasa Inggris. Jangan heran jika suatu waktu anak berkata, “Ma, itu tanda rumah sakit seperti klinik Doc McStuffi n, ya!”; atau “Papa, bajuku basah kuyup.”; atau “Kalau green itu bahasa Inggrisnya hijau ya?” Kabar baiknya, anak berarti memerhatikan semua yang ia tonton.

Namun, bukan berarti kita membiarkan begitu saja apa yang ia serap. Selalu telisik lagi dari mana ia mengetahui istilah atau kalimat-kalimat tersebut, sehingga kita tidak merasa kecolongan dan lain kali dampingi anak lebih intens saat menonton teve, termasuk acara serial kartun sekalipun.

Pentingnya Membangun Sense Of Humor

Salah satu cara bertahan melawan ejekan teman adalah menumbuhkan sense of humour dalam diri anak. Kadang anak terlalu sensitif, sehingga saat teman melontarkan candaan, ia menerimanya sebagai suatu ejekan. Membangun sense of humour dimulai dari rumah, terutama pola interaksi dalam keluarga. Pada usia remaja, anak dengan sense of humour yang baik cenderung lebih populer dan bisa bergaul dengan siapa saja.

Punya sense of humor yang baik akan membantu anak lebih survive dalam kehidupan sehari-hari, mulai sekolah, kuliah, hingga bekerja. Anak belajar melihat suatu hal dari banyak perspektif, bisa lebih spontan, memunculkan ide-ide yang unik dan tak biasa, melihat segala sesuatunya secara utuh, menikmati hari, dan tidak terlalu menganggap serius hal-hal kecil. Maka, anak dengan sense of humor yang baik cenderung lebih bahagia dan optimis, punya harga diri tinggi, dan dapat menerima perbedaan yang terjadi dalam kehidupannya sehari-hari.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

 

This entry was posted in Parenting. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *